
SISTEM ENERGI YANG DINAMIS
Sebagai makhluk hidup, manusia selalu membutuhkan energi untuk mempertahankan hidupnya, untuk mengembangkan keturunan,untuk tumbuh dan untuk menyelesaikan tugas-tugasnya.
Karena kebutuhan akan energi itu, manusia selalu berusaha untuk mengadakan sejumlah energi dalam tubuhnya. Jumlah energi yang tersedia harus sesuai dengan yang diperlukan. Kalau manusia pada suatu saat demikian aktifnya sehingga membutuhkan energi yang melebihi persediaan yang ada, maka akan terjadi hambatan-hambatan dalam pelaksanaan aktivitas-aktivitas tersebut.
PERTUMBUHAN YANG MENGIKUTI POLA TERTENTU
Pertumbuhan manusia sejak dalam kandungan sudah ditentukan polanya, dan tiap-tiap sel tubuh berkembang sesuai dengan garis perkembangannya masing-masing. Semuanya mengarah kepada suatu tujuan untuk menjadi makhluk manusia dengan organ-organnya yang tersusun secara harmonis. Demikianlah, meskipun pada hari-hari pertama dalam kandungan sel-sel janin nampaknya serupa saja semuanya (homogen), etapi pada tingkat perkembangan selanjutnya sebagian dari sel-sel itu akan berkembang menjadi jantung, lainnya jadi otak, jadi tangan,kaki dan sebagainya, sehingga akhirnya terjadilah seorang manusia yang sempurna.
PENGARUH PROSES PENGAMATAN TERHADAP TINGKAH LAKU
Tingkah laku manusia tidak dapat dilepaskan dengan proses pematangan organ-organ tubuh. Seorang bayi misalnya, belum dapat duduk atau berjalan kalau organ-organ tubuhnya (tulang punggung,kaki,leher dan sebagainya) belum cukup kuat. Contoh klasik dari proses pematangan anggota tubuh ini adalah anak burung yang sejak menetas dari telurnya dikurung dalam sangkar. Pada suatu saat setelah beberapa laam ia dikurung itu, ia akan langsung terbang kalau sangkarnya dibuka, sekalipun ia tidak pernah belajar terbang sebelumnya.
Pada manusia gejala ini nampak pada anak-anak suku Indian tertentu di Amerika yang selama masa bayinya terus-meenrus diikat dipunggung Ibunya. Pada suatu sat bila Organ-organ tubuhnya sudah cukup matang, ia dapat langsung berjalan tanpa harus belajar dahulu.