
Dalam mempelajari perkembangan manusia dan makhluk-makhluk lain pada umumnya, kita harus membedakan dua halyaitu proses pematanga dan proses belajar. Selain itu masih ada hal ketiga yang ikut menentukan perkembangan yaitu pembawaan dan bakat.
PEMATANGAN, bearti proses pertumbuhan yang menyangkut penyempurnaan fungsi-fungsi tubuh sehingga mengakibatkan perubahan-perubahan tingkah laku terlepas adri ada atau tidak adanya proses belajar. Perubaahn-perubahan tingkah laku karena proses pematangan ini dapat diperhitungkan dan diperkirakan seja semula. Misalnya, kita dapat memperhitungkan perkembangan seorang bayi, yaitu bahwa mula-mula ia dapat telungkup, setelah itu merangkak, kemudian duduk, berdiri, dan akhirnya berjalan. Perkembangan ini ditentukan oleh proses pematangan organ-organ tubuh dan terjadi pada setiap bayi normal, sehingga kita dapat memperhitungkan sebelumnya.
BELAJAR,bearti mengubah atau memperbaiki tingkah laku melalui latihan, pengalaman dan kontak dengan lingkungan. Pada manusia penting sekali blajar melali kontak sosial agar manusia dapat hidup dalam masyarakat dengan struktur kebudayaan yang rumit itu.
Ada tingkah laku yang ditentukan semata-mata oleh pross pematangan seperti halnya dengan berjalan, ada pula tingkah laku yang lebih dipengaruhi oleh proses belajar misalnya beremosi, tetapi kebanyakan tingkah laku manusia ditentukan oleh kedua-duanya. Kemampuan berbicara misalnya, ditentukan baik oleh proses pematangan maupun proses belajar. Seorang anak baru bias belajar berbicara kalau organ-organ tubuhnya sedang matang untuk itu,sedangkan bahasa yang digunakannya untuk berbicara didapatnya dari mendengar dan meniru dari orang lain (latihan belajar).
Latihan yang diberikan sebelum taraf kematangan tertentu tercapai, tidak akan memebri hasil, atau paling banyak hanya akan memberi hasil sementara. Misalnya, seorang anak yang belum matang untuk diajar membaca, tidak akan dapat diajari membaca. Latihan-latihan yang diberikan terlalu awal seperti ini, kalau gagal bahkan akan lebih banyak mengecewakan anak yang bersangkutan. Anak yang dipaksa belajar membaca sedangkan ia belum cukup matang untuk itu akan menegrahkan energinya lebih banyak daripada semestinya, dan kalau gagal frustasinya lebih besar, di samping banyak energi terbuang percuma.
MASA KANAK-KANAK
Manusia dilahirkan dalam keadaan yang seoenuhnya tidak berdaya dan harus menggantungkan diri pada orang lain, terutama ibunya. Anak ini memerlukaan waktu yang sangat lama, sebelum ia bisa lepas berdiri sendiri. Tapi justru lamanya manusia harus tergantung pada orang lain, ia punya kesempatan paling banyak untuk mempersiapkan dirinya dalam perkembangannya sehingga pada akhirnya taraf perkembangan manusia adlah yang tertinggi, mengenai hal ini, terkenal suatu eksperimen yang dilakukan oleh Kellogg & Kelloo.
MASA REMAJA
Masa rekaja dikenal sebagai masa yang penuh kesukaran. Bukan saja kesukaran bagi individu yang bersangkutan, tetapi juga bagi oran tuanya, masyarakat, bahkan seringkali bagi polisi. Hal ini disebabkan masa remaja merupakan masa transisi antara masa kanak-kanak dan masa dewasa. Masa transisi ini seringkali menghadapkan individu yang bersangkutan kepada situasi yang membingungkan, di satu pihak ia masih kanak-kanak, tetapi dilain pihak ia sudah harus bertingkah laku seperti ornag dewasa. Situasi-situasi yang menimbulkan konflik tersebut, seringkali menyebabkan tingkah laku yang aneh, canggung, dan kalau tidak dikontrol bisa menajdi kenakalan. Dalam ushanya untuk mencari identitasdirinya sendiri.
MASA DEWASA
Tidak ada satu periode pun dalam perkembangan yang tidak ada problemnya. Demikian pua dengan masa dewasa. Memasuki alam kedewasaan, seorang laki-laki harus mempertahankan diri untuk dapat hidup dan menghidupi kelaurganya. Ia harus mulai bekerja mencari nafkah dan membina kariernya. Kaum wanita juga mempersiapkan dirinya utnuk berumah tangga, disamping itu ia selalu menghadapi resiko untuk menjadi “perawan tua”, kalau belum mendapat pasangan pada umur tiga-puluhan. Kalau ia berhasil mendapatkan suami, maak timbul pula problem-problem mengenai anak-anaknya. Demikian seterusnya problem-problem itu selalu berdatangan.
MASA TUA
Problem utama pada orang tua adalah rasa kesepian dan kesendirian. Mereka biasa melewatkan hari-harinya dengan kesibukan-kesibukan pekerjaan yang sekaligus juga merupakan pegangan hidup dan dapat memberi rasa aman dan rasa harga diri.