KEPEKAAN SOSIAL
Manusia bukan saja merupakan makhluk sosial, yaitu makhluk yang harus hidup dengan sesamanya dan selalu membutuhkan kerja sama dengan sesamanya (seperti halnya dengan beberapa jenis hewan tertentu). Tetapi lebih dari itu manusia mempunyai kepekaan sosial. Kepekaan sosial bearti kemampuan untuk menyesuaikan tingkah laku dengan harapan dan pandangan orang lain. Misalnya, perbuatan seseorang akan berbeda-beda kalau menghadapi orang yang sedang marah, sedang gembira, sedang sedih dan lain-lain. Tingkah laku seseorang juga akan berbeda dalam lingkungan orang-orang yang sedang berpesta, sedang memperingati kematian, atau sedang berdiskusi.
KELANGSUNGAN TINGKAH LAKU
Tingkah laku atau perbuatan manusia tidak terjadi secara sporadis (timbul dan hilang di saat tertentu), tetapi selalu ada kelangsungan (kontinuitas) antara satu perbuatan dengan perbuatan berikutnya. Misalnya seorang anak yag masuk sekolah hari ini, akan bersekolah lagi besok dan bersekolah terus bertahun-tahun untuk akhirnya mempunyai kepandaian tertentu dan mendapat pekerjaan, mempunyai penghasilah, berkelaurga,berketurunan dan seterusnya. Pendek kata, tingkah laku manusia tidak pernah berhenti pada suatu saat. Perbuatan terdahulu merupakan persiapan bagi perbuatan yang kemudian, sedangkan yang kemudian merupakan merupakan kelanjutan dari perbuatan sebelumnya. Dengan demikian adalah kaliru kalau seseorang memandang masa kanak-kanak atau masa remaja misalnya, sebagai suatu tingkat perkembangan yang berdiri sendiri, yangterlepas dari tingkat-tingkat perkembangan lain dalam kehidupan seseorang.
ORIENTASI PADA TUGAS
Tiap-tiap tingkah laku manusia selalu mengarah pada suatu tugas tertentu. Hal ini nampak jelas pada perbuatan-perbuatan seperti belajar atau bekerja, tetapi hal ini juga terdapat pada tingkah laku lain yang nampak tidak ada tujuannya.
Seorang anak misalnya, yang sedang bermain menyusun benteng dari pasir di pantai laut, tiba-tiba merusak benteng itu dan mendirikan sebuah lagi di tempat lain. Nampaknya anak itu melakukan sesutu tanpa tujuan, tetapi pada hakikatnya ia sedang mempelajari sift-sifat pasir, bagaimana kalau dihancurkan, dan sebagainya. Bahkan pada orang yang sedang bermalas-malasan beristirahat merupakan sebagian tugas yang harus dipenuhi agar ia bisa mengumpulkan energi kembali untuk dapat bekerja lagi, dn seterusnya.
USAHA DAN PERJUANGAN
Usaha dan perjuangan memang terdapat juga pada makhluk lain selain manusia, misalnya pada kucing yang mengendap-ngendap mengintai seekor tikus yang akan menjadi mangsanya. Tetapi usaha dan perjuangan pada tingkah laku manusia adalah berbeda, karena yang diperjuangkan adalah suatu yang ditentukan sendiri, yang dipilihnya sendiri. Ia tidak akan memperjuangkan sesuatu yang sejak semula memang tidak ingin diperjuangkan. Misalnya, seorang akan pergi ke suatu tempat dengan bus. Calon penumpang bus demikian banyaknya, sehingga tiap orang harus bersusah payah kalau mau naik bus. Dalam hal ini, meskipun banyak bus tersdia, orang yang bersangkutan hanya akan berusaha naik bus ke jurusan yang dikehendakinya saja, sedangkan bus-bus ke jurusan lainnya akan dibiarkan saja.
Dengan perkataan lain, manusia mempunyai aspirasi yang diperjuangkan, sedangkan hewan hanya berjuan untuk memperoleh sesuatu yang sudah diberi oleh alam. Harga diri, misalnya, adalah suatu aspirasi yang dapat diperjuangkan oleh manusia, yang tidak terdapat pada makluk hidup lainnya.